Langsung ke konten utama

artikel tugas ngabarek ke-2


Bismillahirrakhmanirrakhiim

Assalamu'alaikum,
Berikut adalah tugas artikel pada saat ngabarek fapet ke-2.



  01 May 2014
Produsen DOC Kencangkan Ikat Pinggang
Perusahaan pembibitan diminta rela menunda keuntungan untuk menciptakan keseimbangan supply-demand dan stabilitas harga produk unggas
Kebijakan pengendalian harga dan pasokan DOC (Day Old Chicken) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru-baru ini, mendorong para produsen DOC untuk mengrem produksi. Kebijakan yang berlaku selama 1 bulan tersebut, berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi produsen DOC.
Sekretaris Jenderal GPPU (Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas) Chandra Gunawan memberikan hitungan yang menggambarkan besaran kerugian tersebut. Harga DOC yang ditetapkan pemerintah Rp 3.200 per ekor, sementara berdasarkan kalkulasi dari 19 perusahaan anggota GPPU, rata-rata HPP (Harga Pokok Produksi) DOC sebesar Rp 4.350 per ekor.
Tahun ini, lanjut Chandra, estimasi produksi DOC rata-rata 47 juta ekor per minggu. Artinya, apabila harga DOC Rp 1.000 saja di bawah HPP, produsen tekor Rp 47 miliar per minggu. Jumlah tersebut belum menghitung pemangkasan produksi sebesar 15 % yang juga berpengaruh pada HPP.
Ketua Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Nasional, Hartono pun menilai, penentuan harga DOC Rp 3.200 per ekor terlalu rendah. Ia mengaku angka itu bukan usulan dari pihaknya. “Saya mengusulkan harga DOC di angka Rp 5 ribu sampai Rp 5.200 per ekor,” ujar Hartono.
Tetapi, menurut Hartono, angka-angka kebijakan yang dituliskan dalam surat Kemendag ini masih uji coba. Dalam satu bulan akan dievaluasi melihat respon pasar. “Akan dikoreksi, apakah pemotongan 15 % terlalu banyak atau kurang. Kita tidak ingin jual ayam terlalu mahal di konsumen, tapi juga tidak ingin harga ayam terus di bawah HPP peternak,” tegas Hartono.
Ia menambahkan, adanya campur tangan pemerintah dalam tata niaga perunggasan seyogyanya membuat iklim usaha perunggasan lebih kuat. “Saya tidak bicara peternak atau perusahaan, maksudnya pelaku perunggasan secara keseluruhan,” ucapnya.
Menunda Keuntungan
Terkait kerugian, belum ada strategi yang dilakukan para produsen DOC untuk bisa menyesuaikan dengan aturan ini. “Kami melihat kebijakan ini sifatnya sementara, jadi anggota belum banyak yang mengambil langkah untuk bertahan jika sampai kebijakan ini berlanjut,” kata Chandra.
Ia menilai, pertumbuhan produksi DOC setiap tahunnya tidak diikuti oleh pasar yang siap. Dari 2011 sampai sekarang jumlah RPA (Rumah Potong Ayam) baru bisa menyerap 15 % dari jumlah produksi broiler (ayam pedaging) nasional. “Akhirnya peternak skala kecil kalah bersaing dengan peternak besar dan perusahaan integrator. Sementara integrator belum mau menambah RPA karena tahu pasar ayam beku belum siap,” kata Chandra.
Ketua Ketua Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi), Anton J Supit, menanggapi kerugian produsen DOC dengan mengatakan, ada atau tidak aturan Kemendag selama ini setiap tahun ada masa harga DOC sangat rendah, sampai harga DOC di bawah Rp 1.000 per ekor. Artinya produsen pembibitan kerap rugi besar, tanpa aturan baru. “Seharusnya dengan adanya patokan harga DOC ini produsen bisa memperoleh pendapatan yang lebih stabil,” Anton berargumen.
Pendapat serupa dilontarkan Sekretaris Jenderal GPMT (Asosiasi Produsen Pakan Indonesia), DesiantoBudi Utomo. Menurut Desianto, kebijakan yang diambil pemerintah sudah benar. Dan walau kelihatannya rugi, kata dia, sebenarnya kondisi ini adalah postpone profit (menunda keuntungan) agar populasi unggas bisa seimbang.
Jadi, lanjut Desianto, kerugian yang terjadi sekarang anggap saja investasi untuk delay profit agar titik ekuilibrium (keseimbangan) pasar ketemu. Menurut Desianto harga Rp 3.200 untuk jangka waktu pendek tidak masalah, tetapi apabila akan diatur dalam jangka waktu lebih lama maka perlu dihitung ulang HPP DOC. “Harga yang ditetapkan paling tidak sedikit di atas HPP,” usul Desianto.

Sumber : http://trobos.com/show_article.php?rid=4&aid=4386 diakses pada 6 Juni 2014.

Solusi :
Sebaiknya perusahaan tetap menaati peraturan yang diberikan pemerintah, bagaimanapun program yang diadakan berujuan untuk menciptakan posisi yang seimbang dalam kegiatan ekonomi. Kondisi seimbang ini, tidak akan merugikan kedua belah pihal ( konsumen dan perusahaan ). Sehingga demand dari konsumen tetap akan meningkat, supply dari perusahaan akan mempengaruhi harga, jika kualitas bagus maka tidak menutup kemungkinan harga yang ditawarkan juga naik. Jika perusahaan tetap menginginkan harga pokok produksi (HPP) yang lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah, seyogyanya perusahaan menawarkan DOC yang berkualitas. 

Kurang lebihnya mohon maaf, saran dan kritik insyaAllah selalu diterima dengan senang hati. semoga bermanfaat. Terimakasih :)

Wassalamu'alaikum wr.wb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My INTP My Family part 2

Nama NIM TTL e-mail Asal Tiga kata Nama NIM TTL e-mail Asal Tiga kata Mohammad Rizqi Ramdhani D24130075 Sukabumi, 13 Februari 1995 i.rizqi.mrr@gmail.com Sukabumi Semangat buat belajar tubagus muhamad harun D24130070 tangerang , 6 november 1995 tubagusmuhammad17@gmail.com tangerang Semangat buat belajar   Nama NIM TTL e-mail Asal Tiga kata Siva Camelia D24130077 Bogor, 27 Agustus 1995 Siva_Camelia@yahoo.com Bogor Baik, peduli,   rajin Nama NIM TTL e-mail Asal Tiga kata Dwi Pramono D24130078 Bogor, 14 oktober 1993 dwipramono7@gmail.com Semarang Baik, peduli,   rajin Nama NIM TTL e-mail Asal Tiga kata I nyoman yoga astika D24130079 Banjit, 19 mei 1995 Argara_yoga@yahoo.com Lampung Baik, peduli,   rajin ...

Awal dari awal

Bismillahirrahmannirrakhiim.. Assalamu'alaikum wr.wb Malam Sabtu, tepatnya 23 Mei 2014 adalah malam pertama blog pertama saya launching. Hahaha. (agak lebay sedikit). Dengan bantuan teman kamar asrama TPB tercinta A1- 117, ada Mutia Purnamawati, dan Arrin Maescha Putri dan Irma Suryani serta atas izin Allah SWT tentunya. Hari ini sungguh berwarna, berbagai insiden terjadi. Mulai dari bangun pagi karena alarm yang saut menyaut, sakit perut gara-gara "cabe", dan lari-lari pulang ke asrama takut jamal. Blog inilah sebagai hadiahnya.. Yeeeee... Perlu temen-temen tau, udah lama pingin punya blog, tapiii..... sumber daya tidak mencungkupi. (Niat dan "do"-nya kurang sih, jangan ditiru ya ). Yups, setidaknya tangan Mutia, ide Arrin dan doa' Irma membantu proses ini. Semoga, blog ini bisa bermanfaat buat pembaca dan pembuatnya juga. Hehehe.. Amiin Terimakasih semuanya, Wassalamu'alaikum wr.wb